Jangan Remehkan Pencahayaan Perpustakaan Kita

Pencahayaan Perpustakaan

Salah satu poin penting dalam membuat sebuah ruangan yang kondusif adalah pencahayaan dan sirkulasi. Sirkulasi yang baik bisa menjadikan sebuah ruangan menjadi adem dan nyaman. Pencahayaan yang baik apalagi ditujukan untuk ruang kerja atau perpustakaan sangat mendukung untuk lebih nyaman dan santai dalam membaca atau mengerjakan sesuatu. Benang merah untuk sirkulasi dan pencahayaan adalah jendela. Jika dikelola dengan baik, jendela bisa jadi nyawa untuk ruangan kita dalam hal pencahayaan dan sirkulasi. Namun tidak hanya selesai disitu, karena untuk beberapa ruangan yang memerlukan konsentrasi seperti perpustakaan, tidak hanya dibutuhkan ketika terang siang hari dan pada saat adanya sinar matahari saja, ketika mendung ataupun malam, pencahayaan sangat diperlukan agar kenyamanan membaca tetap terjaga.

Keberadaan perpustakaan harus terkoordinasi dengan baik. Tidak hanya pencahayaan saja, koleksi buku buku atau sumber sumber tulisan yang banyak dan beragam, kemudian penataan perpustakaan termasuk furnitur yang dipilih juga sangat penting apalagi ketika ingin membuat perpustakaan kita lebih modern dan nyaman. Termasuk pula variasi variasi yang menjadikan perpustakaan enak untuk menjadi tongkrongan, misalnya lukisan, poster, dsb.

Penggunaan Lampu TL Led Pada Perpustakaan

Penggunaan Lampu TL Led

Meskipun sudah baik dengan jendela dan lubang udara yang tepat, tentu saja perlu diperhatikan pula pencahayaan elektroniknya yang diperlukan ketika gelap dan malam hari. Sebuah perpustakaan yang baik dan nyaman, menggunakan lampu tl led dengan maksud lebih efektif dan terang, sangat enak ketika membaca. Oh iya, tentunya tak lupa, harus berwarna putih. Karena bagaimanapun, lampu yang baik untuk membaca adalah lampu berwarna putih, dan lampu ini paling cocok karena cakupannya lebih luas dibanding lampu neon umum rumahan.

Dengan pencahayaan yang baik, perpustakaan kita semakin nyaman untuk dikunjungi. Perlu dipikirkan pula, dari pemilihan lantai, warna cat ataupun wallpaper. Karena, jika bisa dilakukan agar bisa semirip mungkin dengan rumah, maka akan semakin nyaman pula. Ide tersebut juga tidak salah ketika ingin mengaplikasikan perpustakaan di rumah kita. Sebagai awalan, mulailah dengan membuat perpustakaan untuk anak, desain dan furniturnya disesuiakan dengan anak. Dan kembali ke persoalan sangat penting yaitu pencahayaan, jangan khawatir, banyak sekarang penawaran menarik dari penjual sehingga konsumen tidak terlalu memikirkan harga lampu tl lagi. Dibandingkan dengan kepuasan yang didapat, harga tentulah relatif.

Okelah, sementara kita lebih memfokuskan ke perpustakaan kembali. Sebetulnya hal hal apa saja yang perlu diperhatikan ketika ingin membuat area atau ruangan perpustakaan baik di sekolah maupun di rumah?

1. Lokasi sentral tapi menyudut

Upayakan, lokasi yang ingin dibuat perpustakaan adalah lokasi yang kiranya berada di tengah, mengapa? Dengan asumsi membaca adalah kegiatan yang memerlukan ketenangan, maka keberadaannya yang di tengah memudahkan orang untuk menuju ke perpus, dan menyudut maksudnya ialah, tetap saja secara tersirat perpustakaan harus terisolir dari ruangan lain agar terhindar dari kebisingan, atau paling tidak posisi untuk perpustakaan bukan lokasi yang sifatnya area hilir mudik, tetapi memang area yang disengaja untuk dikunjungi.

2. Pencahayaan yang baik

Seperti sudah diulas sedikit diatas, perpustakaan yang baik mempunyai pencahayaan yang enak dan terang baik di siang maupun malam hari. Dengan kata lain, penggunaan jendela yang lebar adalah keharusan. Tentu harus diperhatikan pula sudut datang dari arah cahaya matahari, jangan sampai terlalu terang sekali malah membuat silau dan tidak nyaman.


Baca ini juga: Berbagai Bentuk dan Harga Gypsum yang Merakyat


3. Koleksi yang banyak dan beragam

Koleksi yang banyak dan beragam sangat membantu. Belum lagi penggunaan sistem alpabetis atau numerik dalam pelabelan rak sangat memudahkan. Semakin banyak koleksinya maka semakin baik pula sebuah perpustakaan. Apalagi sekarang di banyak perpustakaan sudah dilengkapi dengan komputer yang bisa mempermudah mendapatkan referensi ketika membutuhkannya bersamaan antara sumber buku asli dan internet.

anak belajar di perpustakaan

4. Pemeliharaan yang kontinyu

Perpustakaan harus tetap dijaga kebersihannya, yang paling sering adalah debu, apalagi apabila ada sisa sisa makanan bisa mengundang serangga atau tikus. Apabila dibiarkan akan merusak koleksi buku kita dan furniturnya.

Mari budayakan membaca, dan membaca dari sumber asli yang bisa dipertanggungjawabkan agar terhindar dari hoaks